PROFIL DESA
2.1 LEGENDA DAN SEJARAH PEMBANGUNAN DESA
Wilayah Desa Mandalare dahulunya hanya berupa hutan belantara yang penuh dengan pohon pohon besar serta beragam jenis margasatwa menyatu dengan hutan Gunung Syawal. Wilayah desa berada dikaki Gunung Sawal sebelah Utara. Karena kelebatan pepohonan dan keadaan hutan yang rimbun konon kabarnya dahulukala daerah ini dijadikan tempat berburu babi hutan yang dilakukan oleh masyarakat dari perkotaan.
Karena tempat yang strategis dan didukung kandungan tanah yang subur dan potensi pengairan,aliran sungai yang cukup baik yang bersumber dari mata air di gunung sawal, maka masyarakat yang berada diwilayah sekitar daerah ini yang terutama masyarakat diwilayah Panjalu mulai melirik desa ini. Melihat situasi ini mulailah berdatangan beberapa keluarga yang bermaksud membuka hutan untuk dijadikan lahan pertanian yang akhirnya menjadi sebuah perkampungan.
Seiring perkembangan warga yang terus menyebar. Lereng gunung yang dahulunya hutan belantara yang ditumbuhi pohon besar dan berbagai margasatwa, berubah menjadi perkampungan disana sini. Pemerintahan Kecamatan Panjalu pun pada ahirnya menjadikan wilayah ini menjadi sebuah desa, yaitu Desa Mandalare. Pada awalnya desa Mandalare terdiri dari 12 dusun, yaitu :
1. Dusun Mandalare
2. Dusun Taringgul
3. Dusun Panyingkiran
4. Dusun Balapulang
5. Dusun Ciroyom
6. Dusun Balandongan
7. Dusun Kertamandala
8. Dusun Cibungur
9. Dusun Banjar
10. Dusun Tembong
11. Dusun Selauni
12. Dusun Kertamandala.
Perkembangan yang sangat pesat, masyarakat yang umumnya bercocok tanam dikaruniai tanah yang subur dan pengairan yang mencukupi menghasilkan pertanian yang sempurna. Hal ini mendorong pertumbuhan pedesaan yang pesat yang pada ahirnya pada tanggal 25 Desember 1985 menggugah pemerintahan Desa Mandalare memekarkan desanya menjadi 2 desa yaitu Desa Mandalare dan Kertamandala. Sehingga Desa Mandalare yang sekarang hanya terfokus pada 6 dusun,
Adapun enam dusun yang dimaksud yaitu:
1. Dusun Mandalare
2. Dusun Panyingkiran
3. Dusun Balapulang
4. Dusun Ciroyom
5. Dusun Taringgul
6. Dusun Balandongan.
Desa Mandalare dari mulai awal pemekaran dipimpin oleh Kepala Desa sebagai berikut :
- Bapak E. Amir Syarifudin periode tahun 1985 – 1993
- Bapak Idi Hadori periode tahun 1994 – 2002
- Bapak Rahmat periode tahun 2003 – 2008
- Bapak M. Amas periode tahun 2008 – sekarang
2.2 KONDISI UMUM DESA
a. Letak Geografis
Desa mandalare terletak pada posisi 6°44’ -70°83’ Lintang Selatan dan 107°21’ -108°21 Bujur Timur, dengan luas wilayah ± 356,736 Ha, yang terdiri dari 6 Dusun dengan 10 Rukun Warga ( RW) dan 21 Rukun Tetangga (RT ) . Desa :Mandalare merupakan salah satu dari 8 Desa di Wilayah Kecamatan Panjalu yang terletak ; 3 KM ke arah ;Selatan dari pusat Kecamatan Panjalu.
b. Iklim
Iklim Desa Mandalare sebagaimana desa-desa lain di wilayah Indonesia mempunyai Iklim Kemarau dan Penghujan, hal tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tanam yang ada di Desa Mandalare.
c. Topografi
Desa Mandalare merupakan desa yang berada di daerah Lereng Gunung Sawal Sebelah Utara, dengan ketinggian sekitar 750 mdpl ( diatas permukaan laut ) . Sebagian besar wilayah Desa Mandalare adalah lereng perbukitan dengan kemiringan antara 20° - 45° . Desa ini dibatasi oleh Desa - Desa tersebut diatas.
d. Hidrologi dan klimatologi
Aspek hidrologi suatu wilayah desa sangat diperlukan dalam rangka pengendalian dan pengaturan air wilayah desa. Berdasarkan hidrologinya, aliran – aliran sungai diwilayah Desa Mandalare mendukung lingkungan pesawahan yang ada disekitar Dusun Mandalare. Sehingga hasil pertanian didaerah ini cukup melimpah. Tercatat beberapa sungai dan selokan baik sekala kecil, menengah, dan besar tertata rapih dan apik ada di Desa Mandalare, seperti :
- Sungai Cikawung melewati dusun Balapulang
- Sungai Cimuncang mengalir mengarah ke Desa Cimuncang
- Sungai Cipanten menjadi perbatasan Desa Kertamandala dan Mandalare
Disamping itu adapula beberapa mata air yang biasa juga digunakan sebagai sumber air untuk pertanian maupun kebutuhan sehari-hari. Mata air utama yang menghidupi masyarakat Desa Mandalare diantaranya :
- Mata air Situ picung ( Dusun Balandongan )
- Mata air Bubulak ( Dusun Balandongan )
- Mata air Cileungsing ( Dusun Taringgul )
- Mata air Aweuhan (Dusun Balapulang )
Serta mata air lainnya yang jumlah totalnya ada 16 Mata air.
Pada saat ini musim hujan intensitasnya sangat tinggi, hampir setiap hari terjadi hujan sehingga kualitas dan kuantitas mata air ditempat – tempat tersebut cukup melimpah. Kebutuhan pengairan baik untuk rumah tangga maupun untuk irigasi pertanian pun cukup melimpah. Hal ini mendorong produksi pertanian sangat baik.
e. Luas dan Sebaran Penggunaan Lahan.
Pada umumnya lahan yang ada di Desa Mandalare dipergunakan untuk pertanian sangatlah produktif, dan hanya sedikit saja lahan yang tidak dipergunakan. Hal ini menunjukan bahwa kawasan ini memiliki sumberdaya alam yang memadai dan telah dipergunakan secara efektif. Luas sawah setengah teknis seluas 131 Ha,sawah tadah hujan 29 Ha, kolam/ empang 28,250 Ha, ladang 115,636 Ha, dan sisanya bangunan baik permanen ataupun semi permanen. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada tabel dibawah ini.
TABEL II
Luas Lahan Menurut Jenis Penggunaan
| Sawah ( Ha ) | Darat ( Ha ) | ||||||
| Teknis | Semi teknis | Tadah hujan | Pekarangan /pemukiman | Hutan rakyat | Peng angonan | Hutan negara | Lain- lain |
| - | 131 | 29 | 30.510,63 | - | 115.636 | 356.879 | 4 |
f. Batas Desa
- Sebelah Utara : Desa Panjalu
- Sebelah Selatan : Gunung Sawal
- Sebelah Timur : Desa Kertamandala
